Hamil Pertama di Trimester 2: Sudah Mulai Bisa Berdamai!

Contents [Click here]

Banyak yang mengatakan trimester 1 adalah fase bertahan hidup dan trimester 2 adalah fase terbaik selama hamil. Iya, saya setuju. Setuju bukan berarti karena tidak ada gejala yang aneh-aneh tapi masuk fase trimester 2 merupakan fase sudah berdamai dengan segala drama gonjang-ganjing di trimester 1. 

Di fase trimester 2 kebanyakan biasanya gejala dari trimester 1 sudah membaik. Mulai makan dengan tenang bahkan jauh lebih lahap dari sebelumnya. Semua makanan sudah bisa masuk dan sudah bisa beraktivitas dengan normal meski tetap banyak kegiatan yang harus dibatasi. 

Meski begitu, di sepanjang trimester 2 saya juga mengalami banyak hal. Tentu bikin pusing, panik, takut, tapi ada juga momen menyenangkan ya!

Keluhan Berlanjut dari Trimester 1

Setelah berhasil melewati trimester 1 ternyata masih berlanjut sampai di trimester 2 tapi untungnya hanya di fase awal saja. Saya masih merasakan mual dan muntah khususnya karena aroma-aroma yang tidak enak bahkan termasuk keringat suami saja saya tidak nyaman. 

Selain itu, dari trimester 1 saya merasakan nyeri pada tulang kemaluan dan sendi selakangan. Namun, di trimester 2 ini semakin parah. Setiap bangun pagi tiba-tiba diserang nyeri yang menyulitkan untuk bangun dari posisi tidur. Sebenarnya tidak hanya saat bangun tidur tapi keluhan ini langsung terasa setelah naik kendaraan (motor) dan duduk dalam waktu lama. 

Karena struggle kaki itu, saya sering terlambat sampai ke kamar mandi -karena setiap bangun pagi selalu pipis, alhasil saya selalu mengompol sesampai di kamar mandi karena memang tidak mau gerasak-gerusuk tapi juga tidak mau menahan karena takut sekali jika kena ISK. hehe

Sciatica atau panggul linu

Terkadang saya merasakan kram kaki setiap kali bangun pagi hari. Saya pun menyampaikan keluhan itu ke bidan dan solusinya adalah peregangan dengan melawan arah kaki saat kram. Maksudnya ketika kaki kram saat telapak kaki dan jari-jari kaki mengarah ke atas maka arahkan sebaliknya dengan menjauhkan telapak kaki dan jari jari kaki untuk menegangkan otot betis dan begitu juga sebaliknya. Selain itu, bidan juga memberi solusi untuk menambah dosis kalsium. Setelah meminum 1000 mg kalsium per hari, saya jarang merasakan kram kaki lagi. 

Perubahan Fisik yang Signifikan

Di Trimester 1 tidak tampak signifikan perubahan pada tubuh tapi tetap saja perut saya tampak buncit. Nah, di fase trimester 2 tiba-tiba tampak hamil sangat jelas! Karena besarnya memang benar-benar besar! Bahkan banyak yang mengakuinya. Usia kehamilan baru 5 bulan saja seperti sudah 7 bulan. 

Bahkan menjelang trimester 3, orang-orang bertanya apakah saya mengandung anak kembar. Sesekali saya melihat ke cermin, iya, saya juga merasa begitu. Saya tidak masalah dengan itu selama kami berdua sehat. Apalagi ini kehamilan saya pertama, selama konsultasi dengan tenaga kesehatan semua normal, ya sudahlah!  Namun kadang itu terdengar menyebalkan juga. Hehe

Perut yang semakin membesar

Anomali yang Mendebarkan

Satu hal yang bikin panik ketika sampai di trimester 2 adalah keputihan. Meski keputihan sudah ada di trimester 1 tapi di terimester ini saya merasakan banyak keputihan yang berbeda. Keputihannya banyak sekali dengan aroma yang aneh -karena memang berbeda dengan sebelum hamil. Anehnya, keputihan ini putih dengan bentuk seperti ampas tahu dengan jumlah banyak dan cukup sering. Selain itu, pernah sekali di pertengahan trimester 2, keputihannya berwarna hijau dan bagian dalam vagina juga pernah gatal. Sekali saya datang untuk konsultasi masalah ini tapi menurut dokter (umum) dan bidan ini hanya normal. 

Keputihan abnormal selama hamil

Satu lagi keanehan di trimester 2 adalah nyeri lutut sebelah kiri tiba-tiba. Ceritanya saya sedang memasak di dapur seperti biasa. Memang saya sudah merasakan pegal tapi saya ingin memasak makanan saya. Di pertengahan memasak saat itu, tiba-tiba ada suara "krek" dari lutut kiri dan lutut saya tertekuk sendiri. Setelah itu saya masih melanjutkan kegiatan meski sudah merasa tidak nyaman. Sejak itu lutut kiri saya sering nyeri bahkan jika menjadi tumpuan ketika kegiatan seperti sujud atau yoga, rasanya sangat nyeri. Sakit ini pun terus berlanjut sepanjang trimester 2 hingga trimester 3. 

Kejutan Lembut: Ngeri-Ngeri Sedap!

Momen terbaik di trimester ini adalah bisa merasakan kehadiran adek! Ya, saya bisa merasakan pergerakan janin di pertengahan terimester 2 sekitar di 22-24 minggu. Rasa awalnya cukup aneh karena seperti samar-samar. Namun kemudian ketika janin sudah bisa berputar di dalam perut, rasanya luar biasa! Meski setelah itu jadi ngeri-ngeri sedap! Rasanya senang dan lega berarti adik sehat dan baik-baik saja, sekaligus ngilu, duh, rasanya ada yang nonjok perut tapi dari dalam. Semakin tua usia kehamilan, gerakan adiek juga semakin barbar tapi senang banget!

Tiba-tiba masuk UGD!

Sepanjang kehamilan, saya cukup jarang makan di luar mostly makan makanan realfood di rumah. Namun, suatu ketika saya mendapat promo minuman "Ice Mango Creamy" di sebuah franchise minuman susu. Tanpa pikir panjang saya membelinya setelah di hari pertama saya ikut kelas prenatal yoga. Saya menghabiskan di siang itu juga pas sekali di hari itu sangat panas. Namun menjelang maghrib saya mulai kesakitan pada bagian perut dan merasa mual parah. 

Setelah maghrib saya mulai muntah-muntah dan lemah. Di malam itu saya muntah 3 kali, makanan dan minuman setelahnya selalu keluar termasuk obat asam lambung. Dari awal saya sudah curiga itu asam lambung karena muntahan yang dikeluarkan berwarna kuning. Namun yang aneh adalah saya merasa nyeri pada bagian perut kanan. Nyeri itu juga beriringan dengan sesak di dada. Ini yang bikin saya takut. Setelah tidak lagi merasa mual meski lemah dan lemas dengan nyeri perut yang masih menyiksa, saya tidur. 

Pagi harinya saya kembali mencoba menelan air dan makan bubur, tapi sayangnya lagi-lagi saya muntah. Takut janin kenapa-kenapa akhirnya saya memutskan untuk ke UGD. Di UGD saya disuntik dengan cairan pantoprazole dan obat anti muntah. Tensi saya mencapai 80 sekian, pantas saja saya lemas dan lemah. Untungnya saat pemeriksaan adek dengan doppler, detak jantung janin (djj) adek normal! Padahal saya sudah ketakutan setengah mati, jika sakit ini mempengaruhinya. 

Akhirnya selang 2-3 jam diinfus, saya membaik dan bisa pulang. Diagnosis dokter tentang nyeri perut kanan saya adalah kemungkinan cidera otot. Saya sendiri mengindikasikan bahwa itu terjadi paska kelas perdana prenatal yoga yang saya ikuti sebelumnya. Jadi kombinasi itu cukup menyiksa karena salah makan menyebabkan asam lambung dan overstimulasi dari kelas prenatal yoga. Dari situ, saya menghindari minum-minuman sembarangan. Paska kejadian itu pun saya hampir sebulan tidak makan sambal-sambalan atau apapun pemicu asam lambung. Karena rasanya kapok!

-

Itulah pengalaman yang saya alami sepanjang menjalani trimester 2 yang penuh gonjang-ganjing meski begitu menjadi momen terbaik ketika merasakan gerakan adek yang aktif!